Makna Natal di Hari Raya Penampakan Tuhan ~ Stasi St Philipus

DSC_9866

Perayaan Natal di St Philipus diadakan tanggal 6 Januari 2013 bertepatan dengan hari raya Penampakkan Tuhan. Misa dipimpim oleh Pastor Casali Ottelo, SX.

Dalam pembukaan Misa, beliau bertanya pada anak-anak yang berbaris berdiri di barisan paling depan dekat kandang Natal, mengenai ada apa saja yang di dalam kandang itu, apa artinya, dan mengapa ada kandang. Anak-anak sedikit yang menjawab, maka Pastor Casali berpesan agar nanti anak-anak mendengarkan bacaan hari ini, agar nanti menjadi jelas.

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Ketika Raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Lalu dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, kemudian dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari engkaulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergi dan carilah Anak itu dengan teliti dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia. Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika melihat bintang itu, mereka sangat bersukacita. Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur. Kemudian karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
(Mat 12:1-12)

Homili Pastor Casali awalnya ditujukan kepada anak-anak, dengan bertanya kembali, apa saja yang terdapat di dalam Kandang di depan anak-anak tersebut. Selain bayi Yesus, Bunda maria dan Bapa Yosef, terdapat tiga orang majus, unta, malaikat, dan juga para gembala.

Orang Majus

Orang majus datang dari tempat yang jauh, sekitar beberapa bulan perjalanan lamanya dan sesampainya di Yerusalem mereka bertanya-tanya dimanakah raja orang Yahudi yang baru dilahirkan untuk datang menyembahnya.

Unta

Unta datang dari jauh, membawa orang majus untuk mencari bayi Yesus.

Malaikat

Kandang, bukanlah suatu hiasan semata melainkan sebuah pelajaran bagi kita. DI puncak kandang terdapat Maialkat, menandakan bahwa pada waktu Yesus lahir datanglah para malaikat dan memberitahukan kelahiran Yesus kepada para gembala yang segera dengan cepat datang untuk menyembahNya.

Maka, para malaikat punya fungsi. Diingatkan juga, bahwa kita masing-masing memiliki malaikat pelindung.

Bintang

Tidak ada bintang di sekitar kandang, yang mungkin lain waktu dapat ditambahkan dalam dekorasi gua Natal. Orang majus dipimpin oleh sebuah Bintang, yang melambangkan Yesus sendiri, Bintang dari timur, Sang Terang Dunia.

Maka : masing-masing yang ada di kandang memiliki arti dan kegunaan masing-masing, demikian Pastor Casali bercerita kepada anak-anak.

Beralih ke orang dewasa, Pastor mengingatkan, bahwa seperti orang majus kita harus selalu mencari Yesus. Manusia tidak mungkin hidup tanpa mencari Tuhan, terutama pada masa-masa ini, dimana perang terjadi di mana-mana, dan juga kondisi di negara kita belum sepenuhnya damai. Banyak ajaran-ajaran yang menyerukan damai, namun malah bukan membawa damai. Hanya seruan.

Pencarian akan Tuhan tidak pernah akan berhenti, kita membutuhkan Tuhan, salah satunya kita dapat membaca kitab suci, karena dari Kitab Sucilah salah satu cara dimana kita dapat menemukan Tuhan melalui firmanNya. Kitab Sucilah yang menunjukkan jalan kepada Kristus – seperti halnya bintang yang menunjukkan jalan bagi orang majus.

Harapan Pastor kepada kita, bahwa agar kita semakin rajin bertekun dalam doa, dan juga membaca Kitab Suci !!! Demikian agat kita bisa mencintai sesama seperti yang diajarkan Yesus. Dengan demikian, dunia bisa menikmati kedamaian. Itulan makna Natal.

Semoga rahmat Tuhan menumbuhkan cinta kasih untuk membawa kedamaian kepada sesama, demikian Pastor mengakhiri homili beliau.

Tak lupa, sebelum memberikan Komuni beliau berpesan agar yang menerima Komuni selain harus sudah diterima resmi dalam Gereja Katolik, sudah baptis, dan juga sudah melakukan pengakuan dosa agar sungguh layak dan pantas penerima Komuni.

~ Firsty R Renata

 Foto dapat dilihat di Facebook Paroki St Paulus

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s