MENABUR dan BERBUAH

Catatan redaksi.

Berikut adalah intisari dari rekoleksi sesi kedua yang dibawakan dengan indah oleh Bpk Cahyo dari Komisi Kateketik Keuskupan Padang, yang disajikan dengan sedikit bahasa berbeda untuk memperjelas maksud agar makna yang bisa diperoleh dari membaca setidaknya mendekati makna yang diperoleh dengan menghadiri rekoleksi tersebut secara langsung.

 Dengan cara pandang:

  • Kita sebagai penabur
  • Kita sebagai benih
  • Kita sebagai penabur dan sebagai benih

 

KITA SEBAGAI PENABUR

Melewati Kegagalan menuju keberhasilan

 Kita adalah orang-orang yang secara growisitimewa dipilih oleh Tuhan.

Kita – sebagai penabur : benih yang kita tabur jatuhnya tidak pilih-pilih. Ada yang berbuah, ada yang tidak.

 Benih yang berbuah mendatangkan suka cita bagi penabur, namun yang belum berbuah kadang membuat frustasi.

 Frustasi disebabkan karena kita terlalu memaksakan target sesuai kehendak kita, memaksakan cara kita. Kadang ada yang merasa, bahwa jika suatu pekerjaan tidak dilakukan oleh “saya” maka pekerjaan itu pasti berantakkan.

 Padahal…. Jika kita terlibat dalam suatu karya, sadarlah bahwa itu adalah karya Allah sendiri, dan hanya karena kasih setiaNya sajalah, maka kita disertakan dalam karya itu.

 Sebagai penabur benih, tugas kita adalah menabur. Dimanapun, tidak pilih-pilih. Baik di tanah yang subur, di antara ilalang, maupun di atas batu yang keras. Benih yang kita tabur harus dengan kualitas yang sama, dengan potensi untuk berkembang yang sama.

  • Jangan membuat penilaian-penilaian.

(Misal: Untuk karya A sepertinya akan berhasil, sedangkan untuk karya B sepertinya hanya akan menghasilkan hal biasa-biasa saja.. Jadi saya akan memberikan yang terbaik untuk A agar berhasil cepat, sedangkan untuk B saya kerjakan dengan setengah hati, asal terlaksana saja sebuah karya)

  • Berikan senyum yang sama

Baik karya A atau karya B, kerjakan dengan sepenuh hati.

 KITA SEBAGAI BENIH

 Sudah sejauh mana kita berubah? Maukah kita menjadi benih yang berbuah?

 Jika kita mau menjadi benih yang berbuah, maka seperti layaknya benih yang berbuah ia harus mati dulu. Maka jelas, jika kita mau berbuah, kita harus rela untuk mati terlebih dahulu.

 Mati.

  • Mematikan ke-egoisan kita.
  • Mematikan keinginan kita yang mau tampil / show-up / untuk mendapat pujian
  • Mematikan sifat yang mau / merasa hebat sendiri

 Untuk menjadi “mati” ternyata tidaklah mudah. Salah satu kecenderungan manusia adalah untuk membuktikan keberadaannya atau dengan bahasa kerennya – membuktikan eksistensi diri. Ingin keberadaannya, karyanya, kehebatannya, kebaikkannya diketahui atau diakui orang. Merasa tersinggung jika tidak dilibatkan dalam suatu karya.

 Diingatkan kembali : Jika kita terlibat dalam suatu karya, sadarlah bahwa itu adalah karya Allah sendiri, dan hanya karena kasih setiaNya sajalah, maka kita disertakan dalam karya itu.

 Mendengar, adalah salah satu cara untuk merelakan kita menjadi “mampu mati”. Namun ternyata, untuk mendengar-pun tidaklah mudah. Untuk mendengar, kita HARUS menyediakan dan merelakan hati kita untuk

  • Memperhatikan
  • Mengindahkan
  • Dan Melaksanakan

 Kita harus rela ada yang “dimatikan” dalam hidup kita.  Maka, sampai sejauh mana kita telah mati?

 KITA SEBAGAI PENABUR dan KITA SEBAGAI BENIH

 Semoga:biji sesawi

  • Kita dapat membuka hati dan mencari kehendak Tuhan
  • Kita mampu menjadi penabur benih sabda Allah melalui hidup kita yang berbuah

 Pesan:

Terus menabur. Tidak masalah siapa yang akan menuai, teruslah menabur. Tetap berusaha menjadi buah yang baik, yang bisa mendengar, mengindahkan dan melaksanakan sabda Allah

Baca juga tentang benih dan mendengar di sini

Tim Warta Paroki @2012

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s