Orang Miskin berbahagia??

~ Hari Raya Semua orang Kudus 1 Nov 2012 ~

Bacaan: Matius 5:1-12a

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga”

(Mat 5:3)

Orang miskin itu ya susah, sengsara dan menderita. Bagaimana Yesus bilang orang miskin berbahagia? Lagiannn… siapa juga yang mau miskinnn?

===

Bangsa Yahudi kuno memandang orang miskin sebagai orang rendahan, tertidas dan tidak berdaya membela diri. Kita sering hanya mengkaitkan kemiskinan dengan kekurangan harta benda. Padahal dalam bahasa Yunani ada dua kata untuk miskin, yaitu penes dan ptokhos.

  • Kata penes berarti kemiskinan kerena orang tidak berkecukupan harta sehingga orang harus bekerja agar memperoleh nafkah untuk hidup.
  • Kata ptokhos berarti kemiskinan karena orang sama sekali tidak memiliki harta apapun.

Penginjil Matius tidak memakai kata penes, melainkan ptokhos. Artinya: Tidak mempunyai harta kekayaan sehingga membuat orang tidak mempunyai kuasa. Karena tidak mempunyai kuasa, orang itu tidak bisa mempengaruhi orang lain. Karena tidak bisa mempengaruhi orang lain, ia merasa tidak berdaya dan tidak mengharapkan apapun dari orang lain. Ia hanya mengharapkan dan mengandalkan pertolongan Allah saja dalam hidupnya.

Jadi : Miskin yang dimaksud adalah keadaan tak berdaya dari orang yang tidak memiliki harta apapun dan tidak mengharapkan pertolongan dari siapun, sehingga hanya percaya dan mengandalkan bantuan Allah. Ia sepenuhnya mengandalkan Allah, karena membutuhkanNya seperti orang yang mengosongkan diri dan dengan sikap rendah hati mohon agar Allah memenuhi (diri) nya. SIkap rendah hati dan percaya penuh pada Allah itulah yang diistilahkan dengan miskin di hadapan Allah atau mikin dalam roh.

Miskin di hadapan Allah adalah kemiskinan karena orang tidak memiliki jaminan hidup dan sumber pertolongan kecuali Allah sendiri. Alhasil, orang akan dihindarkan dari kelekatan akan harta kekayaan duniawi dan secara total mempercayakan diri kepada Allah.

Hanya orang seperti itulah yang akan memperoleh kebahagiaan, sebab ia empunya Kerajaan Surga. Hanya orang yang menyadari ketidakberdayaannya dan ketidakmampuan dirinya sendiri serta mengandalkan kuasa Allah sajalah yang dapat menuruti kehendak Allah. Hanya orang yang melakukan kehendakNya dapat menjadi warga kerajaan Surga. Memang ia bukan penilik Kerajaan Surga, tetapi menerima karunia dan berkat yang tidak terpisahkan dari Kerajaan Allah.

Jadi: Kebahagiaan orang miskin bukan karena kebahagiaan karena miskin dan melarat, tetapi karena ikut ambil bagian dalam karunia dan pemerintahan Allah. Karunia itu bukan saja kelak di Surga yang akan datang, tetapi juga sekarang di bawah pemerintahan Allah ayng sedang ditegakkan.

Orang rendah hati akan memercayakan dirinya kepada kuasa Allah, sekarang sudah diperhatikan dan dilindungi Allah melalui pelayanan Yesus serta para utusanNya. Perlindungan itu akan menjadi penuh dan sempurna di masa mendatang, di bumi yang baru dan di Surga.

PENTING!

Yesus pun tidak mencela kekayaan sebagai subber kejahatan, juga bukan mau mengangkat kemiskinan sebagai sumber keutamaan, melainkan membuat orang tetap berharap akan kebahagiaan sekalipun terbelit kemiskinan. Yesus mau melawan pendapat yang mengatakan bahwa orang miskin pasti dikarenakan hukuman atas dosa-dosanya, dan orang kaya pasti karena ganjaran kebaikannya.

ÿÿÿ

Sumber:

Buku “Kata-kata Bijak Bertuah”, oleh Surip Stanislaus, OFM Cap, Lembaga Biblika Indonesia, terbitan Kanisius Yogjakarta

One thought on “Orang Miskin berbahagia??

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s