In Memoriam ~ Pastor Ottorino Monaci,SX ~

Tanggal 4 Aguistus 2012, jadwal misa di stasi St Philipus Arengka Ujung  adalah dipimpin oleh Pastor Monaci. Namun, 1 Agustus yang lalu, Pastor kita tercinta ini telah dipanggil Tuhan. Dalam perasaan duka cita, kita juga sepantasnya bersyukur karena sempat mengenal beliau dan mengalami penggembalaannya. Juga, kita boleh percaya, bahwa beliau akan menempati tempat yang indah bersama Yesus.

KGK 1006 ….. “Dan untuk mereka yang mati dalam rahmat Kristus, kematian adalah “keikut-sertaan” dalam kematian Kristus, supaya dapat juga mengambil bagian dalam kebangkitan-Nya. (Lih. Rm 6:3-9, Flp 3:10-11)

Ada beberapa cerita pengalaman dengan Pastor Monaci.

Ulang tahun

Suatu hari saya ke paroki atas panggilan Pastor Franco. Pada saat saya datang, Pastor Franco masih menemani tamu, maka saya tunggu di ruang tamu, dan ada Pastor Monaci. Beliau minta tolong saya untuk memperbaiki sesuatu pada laptop barunya yang telah di-setting oleh Pastor Nattye dengan vitur terbaru, namun beliau malah tidak mengerti.

Beliau mengambil laptop dan menyalakannya, ternyata di desktop beliau ada foto-foto ulang tahun beliau di paroki bersama rombongan Stasi Rumbai di wallpapernya. Pastor Franco yang sudah selesai dengan tamunya mendatangi kami dan berkomentar tentang foto tersebut, “Wahh.., ulang tahun Pastor Monaci, yaaa…

Yaaa… ulang tahun yang penuh semangat dan kue.’ Jawab Pastor Monaci.

Semoga tahun depan lebih seru lagi, ya Pastorr..,” kata saya sambil ngoprek laptop baru beliau.

Ah yaa, tentu, jika masih ada tahun depan bagi saya,” canda Pastor Monaci.

Saya dan Pastor Franco diam sejenak.

Kami berharap, tentu.” sambung Pastor Franco.

Naik Oplet

Cerita seorang teman.

Hari minggu terakhir dalam kehidupan Pastor Monaci, beliau mendapat tugas misa di Stasi Sta Verinoka Sri Palas. Namun tidak ada akomodasi untuk mengantar beliau, para pastor sudah berangkat untuk memberi misa di stasi-stasi lain, dan entah bagaimana, Pastor Monaci yang selesai melayani misa kedua di Paroki tidak mendapatkan akomodasi.

Beliau bertanya pada ibu-ibu WK yang sedang ada disana, bagaimana cara menuju stasi tersebut dengan naik oplet.

Kontan ibu-ibu merasa sedih. Akhirnya pastor berangkat juga, diantar Bapak Yusuf Dwi mengendarai sepeda motor.

Ah, Pastor.., terlalu bersemangat dan berdedikasi pada tugas, sampai lupa Pastor punya Dewan Paroki yang siap bantu pastor kemanapun pastor butuh.

Masih harus belajar

Pastor, sesekali kalau ada waktu bantu untuk membuat renungan, ya?”

Ah.. saya tidak pandai menulis sungguh. Saya masih harus belajar banyak,” jawab Pastor.

Bahkan dengan karya beliau yang luar biasapun, beliau selalu rendah hati dan merasa harus tetap belajar.

Inilah sepatu saya

Cerita seorang teman.

Pastor Monaci secara rutin mengikuti olah raga jalan kaki. Dimana semua orang memakai sepatu olah raga merek-merek terkenal, Pastor hanya memakai sepatu sandal. Ketika ditanya mengapa tidak pakai sepatu olah raga, jawab beliau,”

“Inilah sepatu sayaa..”

Namun jangan salah, Pastor berjalan selalu jadi pemimpin terdepan.

SALAH SATU KARYA BESAR

Tahun 1980, Pastor kita ini mulai bertugas di Siberut Selatan, dan setelah 5 tahun beliau mulai mewujudkan ide untuk menggali sebuah kanal terusan pemintas jalan di Pulau Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kanal itu berjarak sekitar 1,5 kilometer dan memotong jarak antara wilayah Desa Muara Siberut dan wilayah Desa Katurai di Pulau Siberut Selatan. Kanal yang kini berkedalaman sekitar dua meter dan lebar sekitar lima meter itu dikerjakan beliau bersama sekitar 30 orang penghuni asrama Pastoran Siberut mulai tahun 1985-1991.

Sebelum kanal itu terwujud, bila hendak keluar dari Pulau Siberut Selatan ke pulau-pulau lain di sekitarnya, warga setempat harus memutar lewat pantai barat dengan jarak tempuh selama dua jam menggunakan perahu. Atau, bisa juga melewati bagian bakal kanal itu dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam. Kini, warga yang memanfaatkan kanal tersebut bisa menempuh jarak itu hanya dalam tempo kurang dari 30 menit. Kanal tersebut dikenal dengan istilah “Kanal Monaci”.

Atas hasil kerjanya itu, Pastor Monaci nyaris mendapatkan penghargaan Kalpataru pada tahun 1996. Namun, penghargaan itu urung diberikan karena pihak yang berwenang kemungkinan menganggap dirinya masih memiliki kewarganegaraan asing. Atas hal tersebut Pastor Monaci tidak berkecil hati, karena beliau  bekerja bukan untuk mendapatkan penghargaan.

 

 

Beberapa foto kegiatan Pastor Monaci

 

In Memoriam  

 

MIsa di stasi

(foto by Sunrio Tardy)

Melantik Dewan Stasi kita

(foto by Redaksi Buletin)

Pelayanan Sakramen Krisma di St Elisabeth

(foto by Redaksi Warta Paroki St Paulus)

Berperan dalam drama 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh dalam rangkaian kegiatan MUSPAS 2011

(foto by Dewan Paroki periode 2009-2012)

Ulang tahun terakhir dirayakan di Paroki atas prakarsa teman-teman dari Stasi ST Lusia Rumbai

(foto by Stasi Rumbai)

Dalam suatu acara di Stasi Rumbai, tetap semangat.

(foto by Stasi Rumbai)

 

 

 

St. Clement dari Roma (96):

“Ketika kita masih di dunia, mari kita bertobat dengan sepenuh hati… sehingga kita dapat diselamatkan oleh Tuhan…. Sebab, setelah kita meninggalkan dunia ini, kita tidak dapat mengaku dosa atau bertobat lagi.”

1 Agustus 2012

Pagi hari sebelum Paroki buka, hari itu jadwal Pastor Monaci kunjungan stasi, namun beliau tak kunjung turun. Ternyata terasa sesak di dada, langsung diantar oleh Pastor Franco ke UGD RS St Maria.

Menurut seorang teman, Pastor Monaci masih berjalan sendiri masuk ke rumah sakit, Beliau ambruk di atas bed-nya dan dibawa ke UGD. Sinyal detak jantung sempat menunjukkan tanda aktif, kemudian hilang. Upaya para medis tidak membuahkan hasil.

Pastor dibawa ke kamar jenazah, setelah dibersihkan baru umat boleh datang untuk berdoa.

DI kamar jenazah

(foto by Redaksi bulletin)

Dipindahkan ke dalam peti

(foto by Redaksi bulletin)

Di dalam peti

(foto by Redaksi bulletin)

 

Di pindahkan menuju ambulan

(foto by Redaksi bulletin)

 

Siap diantar ke Paroki

(foto by Redaksi bulletin)

Misa requiem di Paroki

(foto by FB St Paulus)

 

 

Misa requiem di Gereja Padang baru

3 Agustus 2012

(foto by FB ST Paulus)

Pemakaman biara Xaverian, Padang

(foto by FB St Paulus)

Selamat jalan, Pastor..

Semangat dan teladan Pastor tetap hidup dalam hati kami.

================

Disalin tepat seperti yang dimuat dalam Buletin Stasi St Philipus edisi cetak 4 Ags 2012

One thought on “In Memoriam ~ Pastor Ottorino Monaci,SX ~

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s