Tindak nyata kaum awam dalam semangat Bunda Maria

  Hampir satu abad yang lalu, tepatnya 7 September 1921, 15 orang awam Katolik berkumpul di Dublin Irlandia untuk membicarakan tentang bagaimana melakukan tindakan nyata sebagai kaum awam yang merasul. Mereka mengunjungi rumah sakit di Dublin yang penuh dengan pasien-pasien miskin, pasien tanpa keluarga dan juga orang jompo untuk melakukan penghiburan. Mereka memohon bantuan Roh Kudus dan berdoa Rosario, dan memutuskan untuk mengadakan pertemuan dan kunjungan rutin setiap minggunya.

Dari awal yang sederhana, dibimbing oleh Roh Kudus dan semangat Bunda Maria dalam karya pelayanan, terbentuklah kerasulan Legio Maria yang sampai menyebar ke seluruh dunia.

Tujuan Legio Maria adalah ganda, yaitu

  1. Pengembangan hidup rohani para anggotanya, dan
  2. Perluasan Kerajaan Kristus melalui Maria.

Legio maria adalah organisasi kaum awam, namun mendapat dukungan  penuh dari Gereja dan berkarya dalam pelayanan di bawah bimbingan Hirarki.

Kalian adalah semangat Maria yang mulia, bukan saja karena kejayaan para Legioner membawa nama Maria sebagai benderanya, tetapi di atas itu karena mendasarkan metode spiritualitas dan kerasulan dalam prinsip yang dinamis dalam kesatuan dengan Bunda Maria, dalam kebenaran bahwa Maria berpartisipasi langsung dalam rencana keselamatan. Dalam kata lain, kalian berkehendak untuk mewujudkan pelayanan kalian kepada semua orang yang adalah wajah Kristus sendiri, dengan semangat dan kasih Maria.” Demikian perkataan Paus Yohanes Paulus II dalam pidato beliau saat hadir dalam pertemuan Legio Maria di Italia, 30 Okt 1982.

Struktur Organisasi tertinggi adalah Konsilium, berkedudukan di Dublin, sedangkan unit yang terkecil adalah Presidium yang dapat kita jumpai di setiap Paroki. Di dalam Presidium inilah para legioner (sebutan untuk para anggota Legio Maria) dididik dan dibentuk sebagai Rasul Awam yang benar-benar menghayati hidup kristiani.

Struktur ketentaraan Romawi dipakai sebagai semangat para Legioner untuk, seperti para prajurit Romawi berserah setia pada kaisarnya lewat jendralnya, berserah setia untuk memuliakan Allah. Para legioner juga ingin meneladani para tentara Romawi yang dikenal karena keberanian, semangat, disiplin dan keberhasilan mereka. Para Legioner menghayati bahwa komando tertinggi mereka adalah Bunda Maria sendiri yang menginginkan semua anak-anaknya, kita semua, lebih dekat pada Putra tunggalnya Yesus Kristus.

Walaupun kedengarannya militan, Legioner justru mengambil semangatnya pada semangat jiwa Maria sendiri, kerendahhatian Maria, kepatuhannya pada rencana Tuhan, kasihnya yang besar, doa-doanya yang tak kunjung putus, kesuciannya, kesabarannya, kebijaksanaannya, cintanya pada Tuhan, dan di atas segalanya, adalah iman Maria yang tak tersaingi oleh manusia lain.

Legio Maria di Paroki kita diadakan setiap hari Rabu jam 5 sore.

(Ren – Warta Paroki Mei 2012)

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s