PENJELASAN ISTILAH LITURGI DAN KESALEHAN POPULIS

Penjelasan Istilah Liturgi dan Kesalehan populis

1.      Praktek-praktek kesalehan

  • Yang dimaksud adalah la religiositas, kegiatan keagamaan popular.[1] Dalam direktorio ini diperhatikan secara khusus «ungkapan-ungkapan publik atau privat yang, meskipun tidak menjadi bagian dari liturgi, keberadaannya ada dalam keharmonisan dengan liturgi itu sendiri, dengan menghormati semangat, tatanan dan ritmenya. Lebih jauh lagi, dari liturgi diambil beberapa inspirasi dan inilah yang mengantar umat katolik untuk lebih mempersiapkan diri masuk ke dalam misteri yang dirayakan dalam perayaan liturgi».
  • Berbagai bentuk kesalehan religius ini memiliki orientasi pada perwahyuan Yesus Kristus dan memiliki latar belakang eklesial, sejalan dengan tatanan dan hukum Gereja dan dilaksanakan sesuai dengan tradisi yang sudah diakui oleh Gereja (SC 88 13).

2.      Devosi

  • berbagai praktek eksterior (teks-teks doa dan nyanyian, pemaknaan waktu-waktu tertentu, kunjungan ke tempat-tempat tertentu, medali, ajaran, pakaian dan kebiasaan-kebiasaan),
  • yang membangun sikap batin dalam mengungkapkan iman,
  • mengungkapkan perhatian secara khusus relasi umat beriman dengan Pribadi yang kudus, baik kepada Bunda Maria atau kepada orang kudus,
  • yang dipertimbangkan di dalam konfigurasi mereka kepada Kristus atau di dalam peran yang mereka miliki dalam kehidupan menggereja.[2]

3.      Kesalehan populis

  • Menggambarkan berbagai bentuk manifestasi kultus bercorak privat atau komuniter, yang di dalam lingkungan iman katolik menekankan bukan pertama-tama model liturgis, melainkan bentuk-bentuk khusus yang berasal dari kreativitas umat beriman, suku atau kebudayaan tertentu.
  • Ungkapan-ungkapan ini merupakan harta kekayaan umat Allah, karena menyampaikan kehausan akan Allah yang hanya orang miskin dan sederhana bisa mengenalnya.
  • Ungkapan ini bisa sampai pada bentuk-bentuk kemurahan hati, pengorbanan dan heroisme, ketika bertitik tolak dari iman.
  • Ada semacam makna dan nilai yang ingin dicapai untuk mengenal kebapaan Allah, Penyelenggaraan Ilahi-Nya, kehadiran-Nya yang penuh kasih dan selalu ada di samping kita.
  • Dari sini terbangunlah semangat: kesabaran, pemahaman akan makna salib dalam kehidupan sehari-hari, sikap lepas bebas, keterbukaan pada orang lain.[3]

4.      Religiositas populis

  • Ini adalah sebuah pengalaman universal. Ada sebuah dimensi religius yang ada dalam hati setiap orang dan setiap suku/kebudayaan yang terungkap secara kolektif.
  • Religiositas populis ini tidak selalu mengarah pada perwahyuan katolik di dalam Yesus Kristus. Setiap manusia dan setiap bangsa memiliki kecenderungan untuk mengungkapkan pandangannya akan sakralitas transendental, konsep tentang alam, tentang masyarakat dan sejarah dengan perantaraan sebuah kultus religius bercorak manusiawi dan spiritual.
  • Pada beberapa tempat, lebih mengungkapkan sebuah bentuk katolisitas popular, dimana ada perpaduan antara unsur-unsur religius kehidupan, unsur-unsur kebudayaan dan perwahyuan katolik.

devosiDisarikan dari: Congregazione per il Culto Divino e la Disciplina dei Sacramenti, Direttorio su pietà popolare e liturgia: principi e orientamenti, Libreria editrice Vaticana, Città del Vaticano 2002.

P Alfonsus Widhi, SX -


[1] Paulus, P.P. VI, Evangelii nuntiandi, § 48; Catechesi tradendae, § 54; KHK § 1234; Yohanes Paulus, P.P. II, Vicesimus quintus Annus; CCC § 1674-1676, namun juga menggunakan kata kesalehan religius (§ 1679).

[2] Konsili Trento 3 desember 1563 di DS 1821-1825; Pius, P.P. XII, ens. Mediator Dei, 581-582; SC 104; LG 50.

[3] Paulus, P.P. VI, Evangelii Nuntiani, 48

About these ads

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s